Mengajak Anak Bermain Itu Jihad Fi Sabilillah

- - Tidak ada komentar

Menjadi orang beriman, bertauhid sudah semestinya bisa menebarkan rahmat dan kasih sayang di muka bumi ini, terutama untuk orang-orang terdekat kita, tetangga, terutama kepada orang tua dan keluarga.

Banyak nas dalam quran dan hadits yang menegaskan ciri-ciri orang yang beriman adalah yang berbuat baik pada keluarganya, yang tetangganya nyaman selamat dari kejahatan lisan dan perbuatannya. Bahkan digambarkan seseorang yang di dalam hatinya ada iman jika melihat duri/paku di jalan dia akan segera menyingkirkannya takut akan mencelakai orang lain.

Jika duri/paku dijalan saja langsung dibuang takut mencelakai orang, bagaimana mungkin orang yang mengaku beriman bisa sengaja merencanakan dengan matang membawa dan menaruh benda yang bisa mencelakai banyak orang semisal "BOOM??".

Jika ada orang mengaku paling beriman, tapi sengaja mencelakai dengan BOM, patut dipertanyakan, sudah benarkah imannya? Sudah betulkah keyakinannya? Sudah luruskah pemahamannya?

Kembali tentang mengajak anak bermain, niatkan dalam hati bahwa semua itu kita lakukan dalam rangka menjaga pemahaman anak, bahwa kita sebagai orang tua yang beriman kita memiliki sifat rahmah kasih sayang, bukan marah tangan suka melayang..

Selain itu, dengan bermain anak-anak yang tumbuh kembang dalam masa pendidikan dan penanaman tauhid, anak-anak tidak kehilangan fitrahnya yang suka bermain.

Tidak ada komentar

Posting Komentar