in

Usaha Permainan Anak, Modal Kecil Untung Besar

- - Tidak ada komentar
Video tentang usaha permainan anak, usaha dengan modal kecil di desa.

Siapa bilang jaman sekarang susah cari kerja. kalau kita mau melihat di sekitar kita dan membuka pikiran, kita akan mendapati berbagai peluang kerja atau usaha yang bisa kita jalankan. Salah satunya adalah usaha permainan anak atau usaha hiburan pasar malam. Seperti yang dilakukan oleh pemuda usia 22 tahun dari Desa Guwo Sobo Kerto Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, sebut saja namanya Ahmad. Usaha permainan anak dengan modal kecil ini hasilnya lebih dari cukup untuk menghidupi Ahmad dan keluarga.

Siang itu Ahmad bersama ayahnya menggelar lapak usaha permainan anak di dekat acara resepsi pernikahan di sebuah desa di Kabupaten Demak. Dia membawa dua jenis permainan yaitu Odong-Odong mobil berputar dan mancing ikan plastik. Sementara itu ayahnya menggelar lapak penjualan aneka minuman instant dan jus.

Dia menggelar lapak pemanian anak dekat tempat resepsi pernikahan bukan tanpa alasan, di situ biasanya banyak anak-anak yang ikut kedua orang tuanya menghadiri acara reserpsi. Hal ini terbukti ada banyak anak yang berminat mencoba permainan yang disajikan oleh ahmad. Selain di tempat resepsi pernikahan, dia sudah mengantongi daftar tempat dan event yang cocok untuk menggelar lapak permaninannya, misalnya acara sedekah bumi yang rutin dilakukan oleh banyak desa, acara konser, pertunjukan seni, acara jambore pramuka, dll.

Intinya mencari tempat dimana ada banyak anak berkumpul, di situ ada rejeki bagi pemilik usaha permainan anak. Jika perlu pemilik usaha permainan anak lainnya berkumpul di suatu tempat menggelar pasar malam di suatu daerah atau desa. Biasanya desa yang disasar adalah yang penduduknya sedang panen raya.

Usaha permainan anak ini sudah dilakoni ahmad selama kurang lebih 3 tahun. Sebelum terjun di usaha, ini dia mengaku pernah kerja merantau ikut orang lain. Setelah dirasa kerja jadi karyawan hasilnya tetap, dan dihitung-hitung tidak bisa naik banyak, akhirnya dia memutuskan untuk merintis usaha sendiri. Usaha yang dia lakoni adalah meniru usaha orang tuanya yaitu usaha pasar malam dan permainan anak.

Dengan modal pas-pasan hasil nabung dari kerja menjadi karyawan, Ahmad memulai usahanya dengan wahana permainan sederhana yaitu odong-odong mobil putar. Untuk mensiasati keterbatasan modal, dia membuat dan merakit sendiri permainan tersebut. Dia beli besi di toko bangunan, mobil-mobilan di toko mainan, dinamo dan aki ditoko elektronik, lalu merakitnya sendiri. Untuk pengerjaan yang tidak bisa dilakukan sendiri seperti mengelas dia bawa ke bengkel.

Seiring berjalannya waktu usaha permainannya membuahkan hasil yang lumayan. Dari hasil sebut dia kembangkan untuk menambah wahana permainan baru yaitu wahana pemancingan. Seperti halnya membuat odong-odong mobil putar, wahana baru ini dibuat sendiri oleh ahmad, dia beli bola plastik, ikan-ikanan dan aneka replika buah plastik, pompa air mini, besi, kaleng bekas, cat, terpal, papan triplek dll. Dia rakit sendiri sehingga menjadi bentuk kolam oval yang berisi ikan-ikanan dan komidi putar dari kaleng bekas yang digerakkan oleh pompa air.

Ahmad mengaku hasil dari usaha permainan anak ini lumayan banyak, cukup untuk biaya menikah dan menafkahi anak istri, saat ini dia berencana menambah wahana permainan baru. Namun niat itu dia tunda sementara, karena uang yang dia kumpulkan dari hasil usaha permainan ini dia pakai dulu untuk biaya kelahiran buah hatinya.

Dari kisah sederhana Ahmad ini ada inspirasi untuk kita yang ingin membuka usaha, terutama bisnis yang cocok dilakukan di daerah / di desa. Berikut adalah poin-poin menarik yang bisa kita ambil pelajaran:


  1. Usaha tidak butuh modal besar. Kita tidak harus menyediakan uang yang banyak untuk memulai usaha. Kita cukup memulai dari yang kita miliki. Bahkan modal yang sesungguhnya dalam memulai usaha bukanlah uang, tapi tekat dan mental kita. Banyak yang sudah membuktikannya, salah satunya adalah Ahmad yang saya ceritakan ini. 
  2. Peluang ada di sekitar kita, termasuk bagi kita yang tinggal di desa. Banyak yang bingung dan bertanya, kalau mau usaha enaknya usaha apa ya? Pertanyaan ini sering saya dengar dari temen-teman yang pulang dari merantau dan ingin membuka usaha di kampung. Ada dua pilihan dalam menentukan jenis usaha yang akan kita buka. Pertama kita membuka usaha berdasarkan kemampuan/keunggulan yang kita miliki. misalnya kita memiliki bakat menggambar, maka kita bisa membuka usaha kaligrafi, usaha dekorasi, usaha desain kreatif dll. misalkan lagi kita punya kemampuan memasak, maka kita bisa membuka usaha bidang kuliner seperti warung makan, catering, dll. Kedua, kita membuka usaha berdasarkan peluang atau permintaan pasar. Apa yang masyarakat butuhkan bisa menjadi peluang usaha kita dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, contohnya adalah: Usaha permainan anak yang sedang dilakoni ahmad ini. Ada banyak anak di desa-desa yang butuh bermain, sementara orang tua tidak banyak duit hanya untuk membeli mainan buat anaknya, ini menjadi peluang usaha menyediakan mainan yang bisa disewa/dipakai anak-anak tanpa harus membeli. anak-anak cukup bayar uang sewa yang rata2 harganya 2000-5000 rupiah.


Dunia boleh berubah, selera masyarakat juga berubah dari tahun ke tahun. Tapi yang namanya anak dari dulu hingga sekarang dia tetap menyukai permainan. Itulah kenapa usaha permainan anak tetap menjadi peluang usaha di tahun 2019 yang menjanjikan.

Tidak ada komentar

Posting Komentar