in

Gus Dur, Dus Nur & Tantangan Mubahalah

- - Tidak ada komentar
Nur Sugik atau yang pernah dijuluki Gus Nur melakukan mubahalah

Beberapa hari yang lalu lini masa media sosial sempat sedikit ramai dengan video "Mubahalah" Nur Sugi Raharja yang akhirnya tenggelam oleh video atau berita yang lebih heboh dan viral lainnya. Nur Sugi Raharja ini oleh banyak kalangan disebut Dus Nur karena sebutan "Gus Nur" yang sempat dilekatkan padanya dinilai tidak layak. Tidak layak disebut Gus karena bukan putra kyai, tidak lahir dari seorang ulama, dan yang lebih membuat tidak layak menyandang gelar "Gus" adalah isi ceramahnya yang tidak mencerminkan ilmu & akhlak islami.

Tentang mubahalah ini,  mubahalah berasal dari kata bahlah atau buhlah yang artinya kutukan atau melaknat. Menurut istilah, Mubahalah adalah dua pihak yang saling memohon dan berdoa kepada Allah SWT supaya Allah SWT melaknat dan membinasakan atau mengadzab pihak yang batil (salah) atau menyalahi pihak kebenaran. Dalam tradisi di nusantara kita mengenal istilah Sumpah Pocong, sumpah yang dilakukan agar salah satu dari kedua belah pihak  yang salah akan tertimpa musibah. Tentu saja antara Mubahalah dengan Sumpah pocong keduanya berbeda jauh dalam segi sumber rujukan hukum dan pelaksanaanya.

Menyimak mubahalah yang dilontarkan oleh Dus Nur ini, ntah ini suatu kebetulan atau tidak tiba-tiba muncul juga tulisan kisah tantangan mubahalah yang dulu pernah dilakukan oleh seorang tokoh terkenal. Ia menantang KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk bermubahalah. Tantangan mubahalah terhadap Gus Dur ini bisa kita simak bahkan dalam bentuk rekaman video yang bisa kita cari di internet. Hal ini seolah-olah kita diingatkan untuk mensikapi tantangan mubahalah Dus Nur, dengan cara mencontoh sikap Gus Dur.

Prasasti yang berada di gerbang menuju makam Gus Dur di komplek makam keluarga PP Tebuireng Jombang Jawa Timur

Sikap Gus Dur ketika ditantang mubahalah yang beliau lakukan adalah dengan "tidak menanggapinya", beliau cuek. Kata-kata yang sering kita dengar dari beliau ketika ditanya untuk menanggapi sesuatu adalah dengan berkata "Gitu aja kok repot". Lebih lanjut beliau akan berkata, "Biar saja, nanti sejarah yang akan membuktikannya".

Derajat Gus Dur Sangat Mulia


Sejak tantangan mubahalah kepada Gus Dur, hari berganti hari, lalu berganti bulan dan berganti lagi jadi tahun ke tahun, apa yang terjadi dengan Gus Dur? Mubahalah itu tak berpengaruh apapun pada Gus Dur, bahkan kita ditunjukkan oleh Allah betapa mulianya derajad posisi Gus Dur.

Pasca Wafat beliau di bulan Desember tahun 2009 justru makin dinampakkan kemulian-kemulian beliau. Dan setiap Haul peringatan wafatnya dari tahun ke tahun, ada saja testimoni kesaksian amal-amal luar biasa yang beliau lakukan secara sembunyi-sembunyi yang tidak mampu dilakukan oleh orang luar biasa. Betapa ikhlasnya beliau sampai banyak orang yang tidak tahu kebaikan beliau kecuali setelah beliau meninggal.

Bagi yang tidak sempat menyaksikan kehebatan dan kemuliaannya semasa hidup, berizarahlah ke maqom beliau. Bagi yang mau merenungkan akan melihat karomah / keistimewaan Gus Dur setelah meninggal yang membuat kita malu. Saya telah menceritakan karomah tersebut di tulisan sebelum ini.

Karomah tersebut hampir sering disebut Habib Lutfi pekalongan saat beliau memberi tausiyah di setiap acara haul waliyullah, yaitu "Meskipun sudah meninggal Waliyullah masih bisa menghidupi (menafkahi) banyak orang yang masih hidup". Waliyullah dalam hal ini termasuk Gus Dur.

Pasca meninggalnya Gus Dur, tiba-tiba jumlah peziarah di komplek makam keluarga PP Tebuireng makin membludak dari tahun-ketahun. Setiap harinya ada puluhan ribu peziarah yang menziarahi makam beliau, ayah, dan kakek beliau yang juga muasis (pendiri) ormas NU. Betapa mulianya beliau didoakan puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang setiap harinya.

Dari aktivitas ziarah tersebut tumbuhlah aktivitas ekonomi dan tumbuh subur amaliyah sedekah. Ini yang oleh habib lutfi disebut orang meninggal menghidupi yang masih hidup. Nilainya tidak tanggung-tanggung, sedekah yang terkumpul dan disalurkan 100% untuk fakir miskin bisa mencapai 200 juta lebih setiap bulannya.

Kunjungan pengurus GP Ansor Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak ke Komplek Makam keluarga PP Tebuireng

Betapa mulianya Gus Dur. Lalu bagaimana dengan tokoh yang menantang mubahalah? Di sini saya tidak ingin membicarakannya. Sebab jika kita telaah hal ikhwal tentang mubahalah, mubahalah tersebut tidak sah tidak berlaku. Apa yang menimpa kehidupan kedua belah pihak tidak ada kaitannya dengan mubahalah tersebut. Kalaupun ada yang kena musibah fitnah dan sebagainya itu kita yakini sebagai ujian dari Allah untuk membersihkan dosa dan menaikkan derajat mereka.

Dari cerita mengenai tantangan mubahalah yang pernah ditujukan kepada Gus Dur ini, saya menarik benang merah dan berpesan kepada siapapun yang pernah melihat video Nur Sugi menantang mubahalah, sikap kita adalah cuekin aja. Biarlah Nur Sugi koar-koar kita tetap berlalu dengan hidup kita seperti biasanya. Apa yang bakal terjadi pada Nur Sugi kita serahkan pada Allah swt.

Tidak ada komentar

Posting Komentar