Serambi Paguyuban (Prolog)

- - Tidak ada komentar

Membicarakan sebuah bangsa tentu tidak terlepas dari tradisi dan kultur budaya yang membentuk karakteristik masyarakat suatu bangsa. Sepatutnya kita bersyukur, karena Allah menghendaki (baca: memerintah) kita terlahir dan bertumbuhkembang disebuah bangsa yang kaya. Bukan hanya kaya pada sumber daya alamnya, tapi juga akan tradisi dan budaya.  Saking kayanya tradisi dan budaya itu ibarat "mosaik" yang indah dipandang. Terutama bagi para ahli antropologi asing, mosaik itu merupakan gudang yang tiada habis-habisnya bagi profesi mereka. Tapi sayangnya, mosaik itu sedikit sekali artinya bagi diri bangsa pemiliknya sendiri sebagai suatu bangsa.

Padahal kekayaan itu merupakan bentuk karakteristik masyarakat yang dimiliki bangsa yang ber'Bhineka' ini. Dan memberikan kesan pertama sebagai negara dan bangsa Indonesia yang ber'Tunggal Ika. Seperti peran serambi, meskipun bukan bangunan utama namun secara sederhana menjadi bagian integral dari bangunan induk.

Anugerah yang diberikan Tuhan kepada bangsa ini yang berupa: kebhinekaan, wajib kita syukuri dengan cara menjaga dari ancaman perpecahan. Jangan sampai perbedaan itu menjadikan kita bercerai-berai. Sudah menjadi keniscayaan bahwa perbedaan itu fitrah. Secara tegas Allah berfirman dalam QS Al-Hujarat(49):13
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Salah satu cara agar kebhinekaan itu terawat dengan baik dan harmonis yaitu, dengan membuat perkumpulan atau paguyuban yang merupakan bentuk kehidupan bersama yang menghayati solidaritas dalam memanfaatkan segala perbedaan untuk mencapai tujuan bersama. Semua paguyuban dapat dikategorikan sebagai suatu organisasi. Tetapi tidak semua organisasi bisa disebut paguyuban. Pasalnya, asas dasar dari sebuah organisasi  belum tentu cinta kasih/ ikatan batin.

Wallahu a'lam...
Prolog Serambi Paguyuban..

Tidak ada komentar

Posting Komentar